Bambu Sebagai Tulangan Pada Beton. Bisakah?

Bagikan:

Bambu Sebagai Tulangan Pada Beton –¬†Saat ini, tulangan yang digunakan pada beton bertulang berupa tulangan baja. Material ini sudah teruji dan layak digunakan sebagai partner beton karena memiliki sifat dan karakteristik unggul. Keunggulan tersebut berupa kuat tarik yang tinggi, daktilitas yang baik serta modulus elastisitas yang cukup untuk mengakomodir gaya tarik, geser serta torsi yang terjadi pada beton. Hal ini juga turut dipengaruhi oleh lekatan yang sangat baik antara beton dan baja tulangan, terutama pada tulangan ulir.

Disamping berbgai keunggulannya sebagai tulangan pada beton, baja juga memiliki beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan. Selain harganya yang kian naik seiring meningkatnya pembangunan dengan beton bertulang, baja juga merupakan salah stu sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui. Hal ini berarti, cepat atau lambat material ini akan habis.

Bambu merupakan salah satu bahan bangunan tertua. Jika kita melihat sejarah, bambu digunakan untuk konstruksi rumah di daerah yang banyak tumbuh-tumbuhan terutama di Amerika Selatan, Afrika & Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman ini tersebar mulai dari dataran rendah hingga pada ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut. Sebagian besar tanaman ini tumbuh pada dataran yang bebas dari genangan air.

Permasalahan yang ada pada material baja memotivasi para peneliti untuk bisa menemukan material alternatif yang dapat menjadi pengganti baja pada beton. Salah satu objek yang populer diteliti saat ini ialah bambu. Sebenarnya penelitian bambu sebagai tulangan pada beton sudah dilakukan oleh Morisco pada tahun 1996. Namun, karena semakin populernya penelitian green material, green building, dan green technology, penelitian tentang bambu pun menjadi semakin populer.

Iklim dan Pertumbuhan Bambu

Bambu biasanya tumbuh pada suhu 250C hingga 500C. Tempat yang ideal untuk pertumbuhan bambu adalah area yang sepenuhnya bebas air. Pohon-pohon ini biasanya tumbuh di tanah berpasir dan tanah liat. Tanah organik menghambat pertumbuhan bambu. Bambu biasanya mencapai ketinggian 75 kaki dengan keliling 0,3 kaki. Umur pohon bambu biasanya 20 hingga 100 tahun.

Bambu sebagai bahan bangunan

Agar bambu dapat digunakan untuk konstruksi, biasanya bambu dipanen terlebih dahulu kemudian dikeringkan. Untuk pengeringan, dua metode digunakan:

  • Pengeringan udara (Dibutuhkan 6 hingga 12 minggu)
  • Pengeringan dengan pembakaran (Dibutuhkan 2 hingga 3 minggu)

Kelembaban adalah salah satu pembunuh besar bambu. Karena kelembaban meningkatkan risiko serangan jamur, serangga meningkat. Jadi waktu terbaik untuk memanen bambu adalah musim dingin.

Baca juga: Sifat Mekanis Baja

Leave a Comment

error: Ayo kembangkan literasimu dengan parafrase :)